Politik

Kisruh di DPP Partai Hanura, Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon di Ganti

Penyerahan Simbolis Pengukuhan Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon

SuaraDinamika.com, Cirebon: Kisruh yang terjadi di Pengurus DPP Hanura berimbas hingga ke pengurus tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kotamadya, termasuk di Kota Cirebon.

Dianggap tidak loyal dan melanggar AD/ART Partai berimbas kepada Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon, Een Rusmiyati diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Hanura Nomor : SKEP/358/DPP-Hanura/2018 tentang Pemberhentian dan Mengangkat Drs. Sudiro Asno, AK sebagai Plt. Ketua DPC Hanura Kota Cirebon.

Mengacu pada Surat Keputusan tersebut, DPD Partai Hanura Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub), acara dilaksanakan di Kantor DPD Partai Hanura Provinsi Jawa Barat (Rabu, 24/1/2018).

Setelah melalui proses Muscablub yang dihadiri oleh Pengurus PAC Partai Hanura se Kota Cirebon, Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi DPD Partai Hanura Provinsi Jawa Barat dan Plt. Ketua DPC Parta Hanura Kota Cirebon, terpilih Jafarudin untuk menggantikan Een Rusmiyati dan menjadi Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon secara definitive.

Dihubungi via telepon, Jafarudin mengatakan: “Iya tadi sore telah dilaksanakan Muscablub dan sepakat telah menetapkan saya sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon menggantikan Bu Een (sapaan Een Rusmiyati-red).”

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Hanura Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Muscablub maka Surat Keputusan DPD Partai Hanura Provinsi Jawa Barat Nomor : SKEP/017a/DPD-JABAR/HANURA/II/2017 tanggal 02 Februari 2017 terkait Revitalisasi Kepengurusan DPC Partai Hanura Kota Cirebon masih berlaku, kecuali yang menyangkut perihal jabatan Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon.

Jafarudin menambahkan, pasca dikukuhkan dirinya menjadi Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon secara definitive, dirinya akan melakukan rapat guna menentukan posisi Sekretaris dan Bendahara. “Untuk posisi Sekretaris dan Bendahara mungkin akan saya ganti, tapi untuk struktur kepengurusan yang lainnya sepertinya masih sama.” Tegas Jafarudin. (Yud)

RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *